Wednesday, March 27, 2013

Makalah Asuhan Keperawatan Pada Pasien Yang Mengalami Kebutuhan Oksigenasi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kebutuhan Oksigen Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ), yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa.
Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia, yaitu kebutuhan fisiologis. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh, mempertahankan hidupnya, dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel.
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah-masalah yang dibahas diantaranya adalah :
1.2.1 Apa pengertian dari kebutuhan oksigen ?
1.2.2 Komponen apa saja yang ada dalam Asuhan Keperawatan pada pasien gangguan Oksigenasi ?

1.3 Tujuan
Tujuan yang diambil dari rumusan masalah tersebut :
1.3.1 Mengetahui pengertian kebutuhan oksigenasi
1.3.2 Mengetahui komponen yang ada dalam Asuhan Keperawatan pada pasien gangguan Oksigenasi





BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Oksigenasi
Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2, energi dan air. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel.
2.2 Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gangguan Oksigenasi
           A.    Pengkajian Keperawatan
           1.      Riwayat keperawatan
                 Pengkajian riwayat keperawatan pada masalah kebutuhan oksigen meliputi, ada atau tidaknbya gangguan proses pernapasan,gangguan pada peredaran darah.pada tahap pengkajian keluhan atau gejala,hala yang perlu diperhatikanadalah infeksi kronis pada hidung,sakit pada daerah sinusotitis media,keluhan nyeripada tenggorokan.
           2.      Pola batuk dan produksi sputum
Tahap pengkajian pola batuk dilakukan dngan cara menilai apakah batuk termasuk batuk kering ,keras,dan kuat dengan  suara mendesing berat dan berubah-ubah seperti kondisi pasienyang mengalami penyakit kanker.pengkajian sputum dilakukan dengan cara meriksa warna,kejernihan,apaka bercampur darah terhada sputum yang dikeluarkan oleh pasien.
     3.      Sakit dada
Pengkajian sakit dada dilakukan dengan cara mengetahui bagian yang sakit,luas,imtensiras,factor yang menyebabkan rasa saki,perubahan nyeri dada apabila posisi pasien beruba,serta adanya hubumgan antra waktu inspirasi dan ekspirasi dengan rsa sakit.

4.      Pengkajian fisik
      a.    Infeksi pengkajian ini meliputi penentuan jalan napas,apakah napas spontan melalui hidung,mulut,oral,nasal.
      b.      Palpasi pemeriksaan ini bertujuan untuk mendekteksi kelaina seperti nyeri tekan yang ditimbulkan akibat luka.melalui palpasi dapat diteliti gerakan dinding toraks pada saat inspirasi dan ekspirasi terjadi.
      c.       Perkusi pengkajian ini bertujuan untuk menilai normal atau tidanya suara perkusi paru.
      d.      Auskultrasi pemeriksaan ini bertujuan menilai adanya suara nafas

           5.      Pemeriksaan laboratorium
           Selain pemeriksaan laboratorium Hb,leukosit dan yang lain-lain yang dilakukan secara rutin,juga dilakukan pemeriksaan skuntumguna melihat kuman dengan cara mikroskopis.uji resistensi dapat dilakukan secara kultur,untuk melihat sel tumorpemeriksaan sitologi.
            6.      Pemeriksaan diagnostic
      a.       Rontgen dada
      b.      Fluoroskopi
      c.       Bronkgrapi
      d.      Angiofrafi
      e.       Endoskopi
      f.       Radio isotop
      g.      Mediastinoskopi
       
            B.     Diagnosis keperawatan
      1.      bersihan jalan nafas berhubungan dengan
      2.      pola nafas tidak efektif
      3.      kerusakan pertukaran gas
      4.      gangguan perfusi jaringan

            C.    Perencanaan keperawatan
      1.      mempertahankan jalan nafas agar efektif
      2.      mempertahankan pola pernafasan agar kembali efektif
      3.      memepertankan pertukaran gas
      4.      memperbaikai perfusi jaringan
            D.    pelaksanaan tindakan keperawatan
      1.      Latihan nafas
Latihan nafas merupakan cara bernapas untuk memperbaiki ventilasi alveoli atau memelihara pertukaran gas,mencegah atelektasis,meningkatkanefisiensibatuk dan  mengrangi stress.
      2.      Latihan batuk efektif
Latihan batuk efektif merupakan cara untuk melatih pasien yang tidak memiliki kemampuan batuk secara efektif dengan tujuan untuk membersihkan laring,trakea,dan broniolus dari secret atau benda asing dijalan nafas.
     

3.      Pemberian oksigen
Pembrian oksigen merupakan tindakan keperawatan dengan cara memberikan oksigen kedalam paru melalui saluran pernafasan dengan alatbantu oksigen.pemberian oksigen pada pasien dapt dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui kanula,nasal,dan masker dengan tujuan memenuhi kebutuhab manusia oaksigen da mencegah terjadinya hipoksia.
      4.      Penghisapan lender
Penghisapan lender merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mengeluarkan secret atau lender sendri.tindakan ini bertuuan untukmembersihkan jalan nafas dan memenuhi kebutuhan oksigenasi.
             E.     Evaluasi keperawatan
Evaluasi terhadap masalah kebutuhan oksigen secara umum dapat dinilai dari adanya kemampuan dalam:
      1.      Mempertahankan jalan nafas secara evektif yang ditunjukan dengan cara adanya kemampuan untuk bernapas,jalan nafas bersih,tidak adanya sumbatan,frekuuensi,irama,kedalaman nafas norma,seta tidak ditemukan adanya tanda hipoksia.
      2.      Mempertahankan pola nafas secara efektif yang ditunjukan engan adanya kemampuan untuk bernafas,frekuensi,irama, dan kedalaman nafas normal, tidak ditemukan adanya tanda hipoksia,serta kemampuan paru berkembang dengan baik.
      3.      Mempertahan kan pertukaran gas secara efektif yang ditunjukan dengan adanya kemampuan untuk bernapas secara efektif,tidak ditemukan dispenea pada usaha napas, inspirasi dan ekspirasi dalam batas normal,serta siturasi oksigendan pco2 dalam keadaan normal.
      4. Meningkatkan ferpusi jaringan dengan adanya kemampuan pengisian kapiler,frekuensi,irama,kekuatan nadi dalambatas normal,dari status hidrasi normal.
BAB III
PENUTUP
      3.1 Kesimpulan
            Kapasitas ( daya muat ) udara dalam paru-paru adalah 4500 sampai 5000 ml. Udara yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10 % ( 500 ml ), yakni yang dihirup ( inspirasi ) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada pernafasan biasa.
      Kebutuhan oksigen merupakan salah satu kebutuhan dassr pada manusia, yaitu kebutuhan fisiologis. Pemenuhan kebutuhan oksigenitas ditunjukan untuk menjaga kelangsungan metabolisme sel tubuh, mempertahankan hidupnya, dan melakukan aktivitas bagi berbagai organ dan sel.
           Oksigenasi adalah proses penambahan oksigen kedalam sisitem ( kimia atau fiiska). Oksigen merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau yang sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel. Sebagai hasilnya terbentuklah CO2, energi dan air. Akan tetapi penambahkan CO2 yang melebihi batas normal pada tubuh akan memberikan dampak yang cukup bermakna terhadap aktifitas sel.
      3.2 Saran
            Untuk penulisan dokumentasi asuhan keperawatan atau yang dikenal dengan istilah ASKEP haruslah relevan dan sistematis, sehingga oleh sebab itu perlu di pelajari dan di mengerti, sebagai dasar untuk pembuatan dokumentasi asuhan keperawatan. Supaya mahasiswa dapat lebih paham tentang pembuatan dokumentasi asuhan keperawatan yang benar dan berkesinambungan.
     


DAFTAR PUSTAKA


Post a Comment